Tugas Mandiri 6 "Observasi Produk Pensil dan Analisis Input–Output Berdasarkan ISO 14040"

        ISO 14040 menjelaskan kerangka umum penilaian daur hidup (Life Cycle Assessment, LCA) sebagai metode untuk mengevaluasi dampak lingkungan suatu produk dari tahap ekstraksi bahan baku hingga akhir masa pakainya. Dokumen ini menegaskan bahwa tujuan LCA adalah menyediakan informasi menyeluruh tentang aliran material, energi, serta dampak lingkungan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih berkelanjutan. Salah satu konsep penting dalam ISO 14040 adalah unit fungsional, yaitu ukuran kinerja yang menjadi dasar perbandingan antar produk, misalnya “1 buah pensil yang digunakan hingga habis.” Selain itu, dokumen ini menekankan pentingnya batas sistem, yaitu penentuan sejauh mana tahap siklus hidup produk akan dianalisis—apakah hanya hingga distribusi, atau sampai penggunaan dan pembuangan. ISO 14040 juga menetapkan empat tahapan utama LCA: Goal & Scope (perumusan tujuan dan ruang lingkup), Inventory Analysis (pengumpulan data input–output), Impact Assessment (mengonversi data menjadi dampak lingkungan seperti emisi, penggunaan energi, dan potensi pencemaran), serta Interpretation (penarikan kesimpulan berdasarkan hasil analisis). Keempat tahapan ini harus dilakukan secara konsisten agar LCA menghasilkan evaluasi yang transparan, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Observasi Produk Pensil

Tahap Produksi

Input Utama

Output Utama

Ekstraksi bahan baku

Kayu (pinus), grafit, tanah liat, air, energi untuk penebangan

Limbah kayu, emisi dari alat berat, sisa tanah liat

Proses manufaktur

Energi listrik, bahan pengikat grafit, mesin pemotong kayu

Batang pensil setengah jadi, serbuk kayu, limbah produksi

Pengemasan

Kertas, karton, plastik tipis, tinta

Kemasan pensil, sisa kemasan, limbah tinta

Distribusi

Bahan bakar kendaraan, energi transportasi

Emisi CO₂ transportasi

Konsumsi

Pensil digunakan oleh konsumen

Serutan pensil, potongan kayu, pensil habis

Akhir masa pakai

Pengumpulan sampah rumah tangga

Limbah padat (serutan & pensil bekas), potensi daur ulang kecil


Refleksi Singkat

        Dari proses observasi siklus hidup pensil, saya mempelajari bahwa sebuah produk sederhana pun memiliki rantai dampak lingkungan yang cukup panjang, mulai dari penebangan pohon, proses manufaktur, hingga pembuangan setelah digunakan. Meskipun pensil terlihat kecil dan ringan, aktivitas ekstraksi kayu dan transportasinya tetap menghasilkan emisi serta limbah. Proses manufaktur juga menciptakan serbuk kayu dan limbah produksi lainnya. Melihat hal ini, saya menyadari bahwa perbaikan desain seperti penggunaan kayu dari hutan berkelanjutan (FSC), peningkatan efisiensi pemotongan, atau mengganti kemasan plastik dengan kertas daur ulang dapat mengurangi dampak lingkungan secara signifikan. Sebagai konsumen, peran kita adalah memilih pensil dengan sertifikasi ramah lingkungan, menggunakan pensil hingga habis, dan meminimalkan limbah dengan menghindari pembelian berlebihan. Kesadaran ini membantu membentuk pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Terstruktur 2 "Analisis Ekologi Industri dan Dampak Lingkungan Global"

Tugas Mandiri 2 "Refleksi Pribadi"

Tugas Terstruktur 1 "Menimbang Peran Insinyur Industri dalam Menyusun Sistem Produksi Hijau"