Tugas Mandiri 5 "Analisis Siklus Hidup Produk Pensil"
Identifikasi Produk
Nama produk: Pensil kayu (HB standard)
Fungsi utama: Alat tulis untuk menulis, menggambar, dan membuat sketsa.
Perkiraan masa pakai: 3 bulan – 1 tahun (tergantung intensitas penggunaan).
Fase-Fase Siklus Hidup Produk
1. Ekstraksi bahan baku
Kayu dari pohon (biasanya cedar, jelutong, atau pinus), grafit dari tambang, tanah liat, serta logam dan karet untuk bagian penghapus.
2. Proses produksi
Kayu dipotong menjadi lembaran tipis, digrafit, direkatkan, dibentuk, diasah, dicat, diberi penghapus dan ferule (cincin logam), lalu dikemas.
3. Distribusi dan transportasi
Pengiriman dari pabrik (seringnya luar negeri seperti Tiongkok) ke distributor, toko, dan konsumen.
4. Penggunaan oleh konsumen
Digunakan untuk menulis, digeserkan saat diraut, dan dikurangi ukurannya hingga habis.
5. Pengelolaan limbah atau akhir masa pakai
Sisa pensil sering dibuang ke tempat sampah. Kayu sebagian dapat terurai, namun karet dan logam tidak mudah terurai.
Analisis Potensi Dampak Lingkungan
Fase Potensi Dampak Lingkungan
Ekstraksi bahan baku Penggundulan hutan; hilangnya habitat; emisi dari mesin penebangan; limbah tambang grafit.
Proses produksi Konsumsi energi dan air; penggunaan cat (bahan kimia); limbah pabrik; emisi CO₂.
Distribusi Emisi transportasi (truk, kapal, pesawat); penggunaan bahan bakar fosil.
Penggunaan Dampaknya kecil, namun menghasilkan serbuk dan potongan pensil dari kegiatan meraut.
Akhir masa pakai Limbah padat; kayu dapat terurai tapi logam dan karet sulit terurai; umumnya tidak didaur ulang.
Refleksi Pribadi
Yang paling mengejutkan saya dari observasi ini adalah kenyataan bahwa produk sederhana seperti pensil ternyata memiliki siklus hidup yang cukup panjang dan kompleks, serta melibatkan banyak sumber daya dan proses industri. Saya tidak menyangka bahwa untuk menghasilkan satu pensil saja, diperlukan penebangan pohon, pertambangan grafit, penggunaan logam, hingga proses manufaktur dan distribusi lintas negara. Dampak lingkungannya juga cukup nyata, mulai dari deforestasi, emisi transportasi, hingga limbah non-organik dari sisa logam dan penghapus.
Agar lebih ramah lingkungan, pensil dapat didesain ulang menggunakan kayu daur ulang atau bahan alternatif seperti bambu yang lebih cepat tumbuh. Penghapus dan ferule bisa dibuat dari bahan biodegradable atau bahkan dihilangkan jika tidak terlalu diperlukan. Kemasan juga sebaiknya menggunakan kertas daur ulang dan minim plastik.
Sebagai konsumen, saya bisa memilih pensil yang memiliki label ramah lingkungan atau berasal dari sumber kayu bersertifikasi. Saya juga dapat menggunakan pensil hingga benar-benar habis, mengurangi pemborosan, dan memilih produk yang dapat diisi ulang seperti pensil mekanik. Kesadaran kecil seperti ini jika dilakukan banyak orang dapat mengurangi dampak lingkungan secara signifikan.

Komentar
Posting Komentar