Tugas Mandiri 9 "Analisis Desain Produk Rubik's Cube dengan Prinsip DfE"

 


Deskripsi Produk

Nama Produk: Rubik’s Cube (Kubus Rubik 3×3)
Fungsi Utama: Sebagai permainan teka-teki mekanik yang melatih logika, memori, dan konsentrasi dengan menyusun kembali warna-warna pada setiap sisi hingga seragam.

Analisis Fitur Desain

  1. Material Utama

    • Plastik ABS untuk seluruh bodi kubus.

    • Stiker vinyl atau plastik berwarna pada permukaan kotaknya.

    • Pelumas sintetis (lubricant) di bagian mekanisme dalam kubus untuk memperhalus putaran.

  2. Fitur Desain yang Berpotensi Tidak Ramah Lingkungan

    • Material plastik ABS sulit terurai, membutuhkan puluhan hingga ratusan tahun untuk terdegradasi.

    • Stiker warna dari vinyl kurang ramah lingkungan dan sulit dipisahkan dari body plastik saat proses daur ulang.

    • Komponen internal saling menyatu, sehingga sulit dibongkar untuk proses pemilahan bahan.

    • Pelumas sintetis biasanya terbuat dari petroleum-based lubricant, yang menambah jejak lingkungan.

    • Umur pakai terbatas jika sering dipakai — stiker dapat mengelupas, mekanisme aus, dan akhirnya produk dibuang.


Kaitan dengan Prinsip DfE (Design for Environment)

  1. Reduce
    Desain rubik saat ini belum menerapkan prinsip pengurangan material secara optimal karena menggunakan beberapa jenis material yang berbeda, seperti ABS, vinyl, dan pelumas sintetis. Kombinasi berbagai material ini meningkatkan konsumsi sumber daya dan menghasilkan produk yang lebih sulit dipulihkan di akhir masa pakainya.

  2. Reuse
    Meskipun rubik dapat digunakan berulang kali untuk jangka panjang, praktik penggunaan sehari-hari seringkali menyebabkan kerusakan pada stiker atau mekanisme internal. Ketika kerusakan terjadi, produk umumnya tidak dirancang agar dapat diperbaiki dengan mudah sehingga rubik cenderung dibuang alih-alih diperbaiki, yang membuat prinsip reuse tidak tercapai.

  3. Recycle
    Struktur rubik yang menggabungkan plastik ABS, stiker vinyl, dan pelumas sintetis dalam satu unit membuat proses daur ulang menjadi sulit. Ketidakmampuan untuk memisahkan material dengan mudah menyebabkan kontaminasi pada plastik selama proses daur ulang, sehingga kualitas dan potensi pemanfaatan kembali material menjadi rendah.

  4. Recover
    Produk ini tidak memungkinkan pemulihan energi atau material melalui proses seperti pembakaran terkendali atau ekstraksi kembali bahan baku karena komponennya yang menyatu dan tidak dirancang untuk pemisahan atau pemurnian. Akibatnya, nilai pemulihan produk menjadi rendah.

  5. Redesign
    Jika ditinjau dari prinsip redesign, Rubik’s Cube masih dapat ditingkatkan baik dari segi pemilihan material maupun struktur. Material alternatif yang lebih ramah lingkungan atau desain modular yang memudahkan pembongkaran dapat diterapkan, namun versi hubungannya saat ini belum sepenuhnya mencerminkan prinsip tersebut.


Refleksi Singkat

Rubik’s Cube dapat dibuat lebih ramah lingkungan dengan beberapa langkah sederhana. Salah satu perbaikannya adalah mengganti penggunaan stiker vinyl dengan plastik berwarna hasil cetakan injeksi sehingga warna tidak mengelupas dan mempermudah proses daur ulang. Selain itu, penggunaan pelumas berbahan dasar air atau bahan biodegradable dapat mengurangi dampak lingkungan dari kontaminasi kimia. Desain mekanisme internal juga dapat diperbaiki agar lebih modular, sehingga komponen aus dapat diganti tanpa harus membeli produk baru secara keseluruhan. Perubahan kecil tersebut akan membantu produk lebih sesuai dengan prinsip DfE dan mengurangi jejak lingkungannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Terstruktur 2 "Analisis Ekologi Industri dan Dampak Lingkungan Global"

Tugas Mandiri 2 "Refleksi Pribadi"

Tugas Terstruktur 1 "Menimbang Peran Insinyur Industri dalam Menyusun Sistem Produksi Hijau"