Tugas Mandiri 14 "Studi Kasus: Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang"
Identifikasi Potensi Simbiosis di Lingkungan Sekitar
Studi Kasus: Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang
Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota
Tangerang
Pasar induk ini merupakan pusat
distribusi sayur dan buah untuk wilayah Tangerang dan sekitarnya. Aktivitas
bongkar muat, sortir, dan penjualan dilakukan setiap hari sejak dini hari
hingga siang. Kondisi tersebut menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar,
terutama dari sayuran dan buah-buahan yang rusak atau tidak layak jual.
Berdasarkan pengamatan, limbah
sayuran dan buah merupakan jenis limbah yang paling dominan dan menumpuk setiap
hari di Pasar Induk Tanah Tinggi. Limbah ini umumnya berasal dari proses
penyortiran pedagang grosir. Saat ini, sebagian besar limbah hanya dikumpulkan
sementara lalu dibuang ke tempat pembuangan sampah, sehingga menimbulkan bau
menyengat, cairan lindi, dan mengundang lalat. Kondisi ini tidak hanya
mengganggu kebersihan pasar, tetapi juga meningkatkan biaya pengangkutan
sampah.
Inventarisasi Limbah dan Analisis Karakteristik
|
Jenis Limbah |
Sumber (Penghasil) |
Perkiraan Volume |
Kondisi Saat Ini |
|
Sisa sayuran
busuk (kol, sawi, kangkung, cabai rusak) |
Pedagang sayur grosir |
± 1–1,5 ton per hari |
Dikumpulkan
dan dibuang ke TPA |
|
Buah tidak
layak jual (pisang, pepaya, tomat, jeruk) |
Pedagang buah |
± 700–900 kg per hari |
Dibiarkan menumpuk, berbau |
|
Daun dan
batang sisa sortiran |
Pedagang dan pengepul |
± 400–600 kg per hari |
Dibuang tanpa pemilahan |
|
Kardus
kemasan sayur dan buah |
Distributor & pedagang |
± 200–300 kg per minggu |
Dijual murah atau dibakar |
Ide Perancangan Simbiosis Sederhana
Alur Simbiosis (deskripsi teks):
- Limbah sayuran dan buah → dikirim ke peternakan
maggot (Black Soldier Fly) → maggot dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan
unggas, residu menjadi pupuk organik.
- Buah busuk dengan kadar air tinggi → disalurkan ke
peternak sapi/kambing (tertentu dan terpilah) → digunakan sebagai pakan
tambahan fermentasi.
- Daun dan batang sisa → diolah oleh kelompok
pengomposan komunitas → menjadi kompos untuk pertanian peri-urban.
- Kardus kemasan → disalurkan ke UMKM daur ulang →
diolah menjadi kertas daur ulang atau bahan kemasan.
Manfaat
Simbiosis
Manfaat
Lingkungan:
- Mengurangi timbunan sampah organik harian di pasar
induk.
- Menekan bau, cairan lindi, dan populasi lalat di
area pasar.
- Mengurangi beban TPA dan emisi dari pengangkutan
sampah.
- Mendorong pengelolaan limbah berbasis pemanfaatan
ulang.
Manfaat
Ekonomi dan Sosial:
- Mengurangi biaya pengelolaan sampah pasar.
- Menyediakan bahan baku murah bagi peternak maggot
dan peternak lokal.
- Membuka peluang usaha baru berbasis pengolahan
limbah organik.
- Meningkatkan citra pasar sebagai pasar induk yang
lebih bersih dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Penerapan simbiosis ini
memberikan manfaat yang signifikan baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
Dari aspek lingkungan, pengurangan limbah organik yang dibuang ke tempat
pembuangan akhir dapat menekan bau, mengurangi produksi cairan lindi, serta
menurunkan beban pengangkutan sampah harian. Dari aspek ekonomi, pengelola
pasar dan pedagang dapat mengurangi biaya pengelolaan sampah, sementara pihak
penerima limbah memperoleh bahan baku murah bahkan gratis untuk kegiatan usaha
mereka. Selain itu, terbuka peluang terbentuknya usaha baru berbasis pengolahan
limbah organik yang melibatkan masyarakat sekitar pasar.
Secara keseluruhan, Pasar Induk
Tanah Tinggi Tangerang menunjukkan potensi besar sebagai titik awal penerapan
prinsip ekologi industri pada skala komunitas. Limbah yang selama ini dianggap
sebagai masalah dapat diubah menjadi sumber daya bernilai melalui hubungan
simbiosis yang sederhana dan realistis. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan
keberlanjutan tidak selalu memerlukan teknologi tinggi, melainkan dapat dimulai
dari kemampuan melihat peluang dan menghubungkan pihak-pihak yang saling
membutuhkan di lingkungan sekitar.
Komentar
Posting Komentar